Modal dan potensi bangsa Indonesia
yang begitu berlimpah, dimana luas wilayah darat, perairan sungai, maupun
lautan yang dipandang relevan dengan pengembangan dunia usaha perkoperasian. Mungkin
hal inilah yang menjadi dasar pemikiran bijak seorang Dr. Mohammad Hatta dan
kawan-kawan merintis dunia koperasi di Indonesia. Dimana perumusan koperasi
disepakati untuk ditumbuhkembangkan sebagai soko
guru perekonomian bangsa dan perekonomian rakyat. Dewasa ini, era
globalisasi yang diboncengi oleh kekuatan kapitalis membawa konsekuensi yang
begitu besar dan menjadi begitu esensial karena menimbulkan persaingan yang
ketat pelaku-pelaku ekonomi ditengah belum siapnya mentalitas yang menyokong
intelektual yang berkarakter adi luhung di
Indonesia. Sebagai soko guru dan stabilisator perekonomian bangsa
koperasi dan kaum intelektual muda sebagai faktor fundamental dalam memecahkan problematika global ini.
Mahasiswa merupakan agents of economic change yang mana
merupakan aktor penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju bangsa yang
maju dan berkarakter, guna mencapai efektifitas dan produktifitas pembangunan
nasional yang berlandaskan “nation and
character buliding”. Ini semua membutuhkan proses dimana setiap elemen
bangsa terutama mahasiswa harus pro-aktif dan bekerja keras menuju Indonesia
yang harmoni melalui koperasi. Namun dewasa ini krisis multidemensi merupakan
faktor utama hilangnya jati diri bangsa. Terjangkit dan terjebaknya pemuda
dalam sindrom hedonis, menyebabkan implikasi besar yang menyeret pemuda dalam
kerangka berpikir yang dangkal akan menyebabkan berkurangnya produktifitas
pemuda dalam pembangunan bangsa.
Melalui koperasi terutama koperasi
mahasiswa diharapkan melahirkan intelektual muda yang berkarakter adi luhung, yang mana nilai etis dan
organis dari koperasi relevan dengan konsepsi luhur masyarakat indonesia, yang
tercermin dalam adat istiadat, dan sifat luhur dari tolong menolong sebagaimana
digali dan dikembangkan dari budaya asli Indonesia, sebagai bentuk tantangan
dari konsepsi individualisme dan kapitalisme. Dengan demikian mahasiswa
tidak sekedar belajar sebagai seorang intelektual muda tetapi juga memiliki
implikasi positif yaitu berkiprah membangun kemandirian bersama dalam berbagai
aspek kehidupan. Penting kaitannya revitalisasi
dan menjaga eksistensi koperasi
mahasiswa dalam pengkaderan intelektual muda yang berkaraker guna mewujudkan
harmonisasi perekonomian Indonesia.

0 komentar:
Posting Komentar