Jumat, 15 Januari 2016

Modal dan potensi bangsa Indonesia yang begitu berlimpah, dimana luas wilayah darat, perairan sungai, maupun lautan yang dipandang relevan dengan pengembangan dunia usaha perkoperasian. Mungkin hal inilah yang menjadi dasar pemikiran bijak seorang Dr. Mohammad Hatta dan kawan-kawan merintis dunia koperasi di Indonesia. Dimana perumusan koperasi disepakati untuk ditumbuhkembangkan sebagai soko guru perekonomian bangsa dan perekonomian rakyat. Dewasa ini, era globalisasi yang diboncengi oleh kekuatan kapitalis membawa konsekuensi yang begitu besar dan menjadi begitu esensial karena menimbulkan persaingan yang ketat pelaku-pelaku ekonomi ditengah belum siapnya mentalitas yang menyokong intelektual yang berkarakter adi luhung di Indonesia. Sebagai soko guru dan stabilisator perekonomian bangsa koperasi dan kaum intelektual muda sebagai faktor fundamental dalam memecahkan problematika global ini.

Mahasiswa merupakan agents of economic change yang mana merupakan aktor penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju bangsa yang maju dan berkarakter, guna mencapai efektifitas dan produktifitas pembangunan nasional yang berlandaskan “nation and character buliding”. Ini semua membutuhkan proses dimana setiap elemen bangsa terutama mahasiswa harus pro-aktif dan bekerja keras menuju Indonesia yang harmoni melalui koperasi. Namun dewasa ini krisis multidemensi merupakan faktor utama hilangnya jati diri bangsa. Terjangkit dan terjebaknya pemuda dalam sindrom hedonis, menyebabkan implikasi besar yang menyeret pemuda dalam kerangka berpikir yang dangkal akan menyebabkan berkurangnya produktifitas pemuda dalam pembangunan bangsa.


Melalui koperasi terutama koperasi mahasiswa diharapkan melahirkan intelektual muda yang berkarakter adi luhung, yang mana nilai etis dan organis dari koperasi relevan dengan konsepsi luhur masyarakat indonesia, yang tercermin dalam adat istiadat, dan sifat luhur dari tolong menolong sebagaimana digali dan dikembangkan dari budaya asli Indonesia, sebagai bentuk tantangan dari konsepsi individualisme dan kapitalisme. Dengan demikian mahasiswa tidak sekedar belajar sebagai seorang intelektual muda tetapi juga memiliki implikasi positif yaitu berkiprah membangun kemandirian bersama dalam berbagai aspek kehidupan. Penting kaitannya revitalisasi dan menjaga eksistensi koperasi mahasiswa dalam pengkaderan intelektual muda yang berkaraker guna mewujudkan harmonisasi perekonomian Indonesia. 

0 komentar: